Selasa, 18 Maret 2014


Pasar Bebas
Solusi Terhadap Kemiskinan
Review Arikel “Free market
solutions to poverty”
 by Putri Humairah

·        Selama dua dekade terakhir ini, banyak hal yang sudah dilakukan yang sering disebut “berbasis pasar” dalam hal solusi extrim untuk kemiskinan. Pandangan itu mengarah bahwa mengatasi kemiskinan didasarkan pada kekuatan pasar, seperti keuangan mikro dengan menawarkan manfaat yang lebih secara tradisional atau membantu kegiatan mereka karena mereka memiliki sikap mandiri.
·       Sehingga John Humphreys dari Universitas Queensland mengemukakan gagasan berupa prinsip-prinsip yang ditetapkan dalam melakukan bisnis yaitu Project Human Capital (HCP). Usaha yang menguntungkan yang tidak hanya memberikan jalan keluar bagi yang siswa miskin di Kamboja tetapi juga memanfaatkan mekanisme pembiayaan yang inovatif yang bisa bermanfaat bagi semua orang. Sebagai contoh mereka anak dari petani yang hampir tidak mempunyai harapan lagi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas, sangat antusias dengan keberadaan HCP. Peserta di HCP menandatangani kontrak yang menetapkan bahwa organisasi akan membayar mereka biaya pendidikan diuniversitas (biasanya antara US $ 200-300 per semester),dibayar sebesar 10% dari pendapatan mereka  sampai sepuluh tahun setelah mereka lulus perkuliahan. Organisasi ini mengambil risiko kegagalan dan juga menerima manfaat dari kesuksesan. HCP mengacu pada pendekatan untuk pembiayaan sebagai 'pembiayaan ekuitas pribadi'.
·        HCP ini memiliki risiko rendah untuk mahasiswa, karena apabila mereka  tidak mendapatkan pekerjaan selama modal usaha yang diberikan tersebut, maka mereka tidak perlu membayar pinjaman uang tersebut.
·        HCP memiliki ciri khas tersendiri yaitu tidak terikat dan tidak ada agunan. Alasan lainnya organisasi ini membuat program untuk berkerja/berwirausaha agar hasil dari mereka yang sudah lulus dari universitas akan dimanfaatkan kembali untuk pembiayaan siswa miskin lain yang akan memasuki tingkat pendidikan universitas. Pentingnya pendidikan dalam konteks sejarah Kamboja tidak begitu saja hilang, sehingga HCP ini pun lahir untuk memerangi kemiskinan dimulai dari hal yang paling mendasar yaitu pendidikan.
·        Setidaknya ,pembiayaan ekuitas pribadi membuat sebuah pertanyaan “apakah perlu pemerintah untuk mendanai pendidikan tinggi?”.
Sehingga Humphreys menunjukkan , pendekatan ini [ keuangan ekuitas personal ] melemahkan salah satu alasan-alasan untuk keterlibatan pemerintah dalam pendidikan tinggi , karena hal ini dapat memastikan bahwa setiap orang bisa pergi ke universitas tanpa peduli seberapa miskin mereka . "
·        HCP  akan selalu tetap menjadi organisasi nirlaba , dengan bertindak sebagai saluran untuk investor swasta yang terlibat hanya untuk membuat keuntungan untuk diri mereka sendiri , potensi untuk organisasi untuk memperluas operasinya dan mencapai mahasiswa baru sangat besar .

Ø Kesimpulan review artikel
Bahwa John Humphreys dari Universitas Queensland mengeluarkan gagasan sehingga muncullah HCP, menunjukkan solusi memberantas kemiskinan yaitu melalui pasar bebas dalam bentuk mikro ( keuangan mikro). Project Human Capital ini suatu badan organisasi yang melakukan pembiayaan yang lebih dikhususkan untuk anak miskin Kamboja yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sehingga dapat menciptakan sumber daya manusia yang produktif selama masa perkuliahan hingga setelah tamat universitas. Karena dengan pemenuhan pendidikan perguruan tinggi untuk generasi penerus (remaja-remaja) yang miskin di Kamboja, dapat membuat kesejateraan hidup yang meningkat akibat pekerjaan yang layak atau usaha yang dikembangkan, mengurangi pengganguran baik akibat tingkat pendidikan yang dimiliki seseorang rendah maupun persaingan mencari pekerjaan.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar