Riview Buku
Kambing Putih Bukan Kambing Hitam
Karangan
Muhammad Iqbal
Drh. Brian Koesoema Adhie
By
Putri Humairah
·
Bagian
satu, Spirit Enterpreneur
1.
Antara Visi,
Mimpi, dan Doa
Visi jauh lebih penting dari pada sumber
daya dan kondisi yang melingkari manusia itu sendiri. Sumber daya yang melimpah
tidak akan mendatangkan manfaat, bila tidak didukung oleh visi yang jelas, dan
sebaliknya. Visi yang jelas bisa dijabarkan menjadi mission, goals, strategies,
dan action plans sampai sedetail-detailnya. Sedangkan mimpi tidak perlu
penjabaran. Kita dapat ambil contoh teladan dari Nabi Ibrahim as., visinya dituangkan didalam ayat Al-Qur’an
yaitu: “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim
berdoa: ‘Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa dan
berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara
mereka kepada Allah dan hari kemudian...,’” (Qs Al-Baqarah [2]: 126). Dan
didalam ayat (Qs Ibrahim [14]:137). Kini ribuan tahun kemudian, visi itu
benar-benar terwujud.
2.
Agar Harimau
Tidak Menerkam Dari Belakang
Harimau adalah hewan yang membahayakan
orang dan suka memakan daging, sehingga dalam ekonomi syariah ada istilah la
dharara wa la dhirara yang
artinya tidak membahayakan diri sendiri dan tidak pula orang lain. Dalam
ekonomi kapitalis mereka berprinsip pada survival of the fittest, sebuah prinsip
bahwa tidak mengapa orang lain dalam bahaya asal diri sendiri selamat. Maka
kita selaku kaum muslim harus dapat melihat ancaman kapitalisme global sebagai
ancaman bersama. Kita harus dapat menyatukan punggung-punggung kita sehingga
wajah-wajah kita dapat melihat ke seluruh penjuru. Darimanapun datangnya
ancaman itu, kita harus dapat melihatnya sebelum ancaman itu benar-benar
menerkam kita. Karena kita dapat melihat ke segala penjuru, maka kita akan
selalu dalam kondisi siaga dan selalu dapat bertindak antisipasi.
3.
Gajian Setiap
Se-Per Sekian Detik, Mau ...?
Jawaban ini saya peroleh dari dua sumber
yaitu sumber bersifat ilahiyah dan bersifat ilmiah. Sumber bersifat ilahiyah,
banyak sekali diterangkan dalam Al-Qur’an dan Hadist seperti infaq, waqaf, dll.
Investasi ini akan menghasilkan 100% atau 200% bahkan bisa 700 kali, dan bahkan
mendapat tabungan untuk akhirat nanti. Bayangkan kalau Anda pemilik merk
McDonald, gaji Anda akan mengalir terus ke kantong Anda setiap kali orang di
belahan dunia maupun menikmati burger dari jaringan restaurant yang menggunakan
merk Anda.
4.
Beranikah Anda Membakar Kapal Anda?
Kapal Anda itu adalah sebuah kesuksesan
Anda sekarang yang masih dibawah tekanan kerja dan bathin. Dari pengalaman saya
berinteraksi dengan sekian peserta Pasantren Wirausaha dan ikut pelatihan CIED
(Center for Islamic Enterperneurship
Development), penghalang terbesar dari setiap peserta yang ingin menjadi
enterperneur adalah keberaniannya untuk benar-benar terjun ke usaha serta
benar-benar meninggalkan pekerjaan sebelumnya. Jadi bagi Anda yang ingin pindah
quadrant dari pegawai ke pengusaha,
bila Anda berani membakar kapal Anda, Insyallah Anda bisa berhasil jadi
pengusaha sukses...!
5.
Ada Gajah Di
Ruang Tamu Kita?
Gajah itu adalah keadaan terjebaknya
seseorang dalam kondisi yang tidak menyenangkan, akibat kitanya tidak
bisa/tidak mau untuk mengubahnya, sehingga membuat keadaan tersebut menjadi
keseharian kita selama hidup. Contohnya, pekerjaan yang tidak kita sukai,
tetapi masih saja kita jalani hingga akhir pensiun.
6.
Pelajaran Dari
Kendit Dan Sa’inya Siti Hajar
Kendit itu merupakan kain panjang yang
dipakai seluruh tubuh wanita jawa pasca melahirkan untuk melangsingkan tubunya
walaupun banyak anak. Sa’i Siti Hajar istrinya nabi Ibrahim yang tinggal berdua
dengan nabi Ismail anaknya, membuat Siti Hajar memakai kain panjang untuk
menghindar dari istri pertama nabi Ibrahim
yaitu Siti Sarah, sehingga jejak kaki Siti Hajar dapat terhapus dipadang
pasir dan akhirnya Siti Hajar Sai di Mekkah sebanyak 7x, menghasilkan air
zamzam yang bisa dirasakan hingga sekarang oleh umat manusia ketika
melaksanakan haji atau umroh. Pelajaran dari cerita diatas yaitu diperlukan
kehati-hatian dan usaha yang maksimal perlu kita lakukan dengan serius dan
sungguh-sungguh, dan selalu berprasangka baik pada Allah SWT., yang tidak
pernah mengabaikan usaha-usaha kita. Selain itu pelajaran yang dapat kita ambil
yaitu bagi kita yang ingin menjadi entrepreneur, seberapa tahan banting kita
dalam mengupayakan apa yang kita
cita-citakan?? Apakah akan menyerah ketika, ketika sekali-dua kali gagal,
sampai seterusnya sampai berhasil.
7.
Agar Anak Panah
Srikandi Sampai Sasaran
Kisah pasangan serasi Srikandi-Arjuna,
diangkat dari pewayangan Jawa. Meskipun Srikandi sangat disegani di medan
pertempuran karena takdirnya dialah yang bisa membunuh panglima perang Kurawa,
Resi Bisma, di dalam rumah tangganya, sang suami Arjuna, tetap melihat Srikandi
sebagai istri yang terus menerima memerlukan dukungannya. Arjuna mengetahui
betul kelemahan istri keduanya itu. Dizaman ini pun bagi kita kaum wanita
karier, Anda bisa mencapai karier puncak di berbagai bidang yang Anda tekuni.
Akan tetapi, kaum wanita harus tetap hormat kepada suami, mintalah terus
bimbingan dan dukungannya, taatilah dia dan jangan dikhianati.Dan kaum
laki-laki diberi kelebihan untuk mampu membimbing, membina, dan memberikan
dukungan dalam segala hal yang dibutuhkan istrinya. Bila Peran tersebut dapat
dihayati pasangan suami istri, maka insyallah apapun sasaran Anda, anak panah
Anda akan dapat menjangkaunya.
8.
Kita Butuh Tuas
Pengungkit
Kaitkan dengan contoh berikut, Anda
bekerja dalam suatu perusahaan yang kerjanya membangun projek. Untuk pendanaan
projek, perusahaan Anda menggunakan uang bank konvensional yang menghasilkan
bunga yaitu riba. Kemudian untuk memenangkan projek tersebut Anda mulai
suap-menyuap sana-sini untuk mengatur siapa yang menang tender. Itu semua
adalah hal yang dibenci dalam agama Islam, maka untuk itu kita perlu menemukan
“tuas” Anda, yaitu antara lain.
·
Keahlian
yang unique, sehingga dapat menemukan
niche market sendiri.
·
Jaringan
persahabatan dengan orang-orang berprestasi dan visioner.
·
Memiliki
karyawan-karyawan yang jujur dan tulus ikut membangun usaha Anda, bukan
menggerogoti dari dalam.
·
Pasangan
hidup (suami/istri) yang secara proaktif menjadi mitra diskusi Anda yang
produktif bukannya membuat Anda stress.
·
Mitra
kerja/usaha yang bisa mengisi kekurangan Anda.
·
Momentum
perubahan lingkungan yang bisa Anda manfaatkan.
Namum,
harus diingat bahwa tuas tersebut akan membuat Anda sukses/bermanfaat apabila
Anda harus berpijak di tempat yang benar.
9.
7 “I” Untuk Para
(Calon) Enterpreneur
Kiat sukses akan disajikan dalam 7”I” sebagai
berikut:
·
Informasi
Beberap dekade yang lalu ada seorang pengusaha di
Indonesia yang menangkap informasi bahwa masyarakat perlu cara minum yang
mudah. Mulailah dia membotolkan air, kemudian berkembang menjadi air dalam
kemasan gelas plastik, galon, dan seterusnya. Tanpa kita sadari hasil informasi
tersebut yang diolah oleh pengusaha tersebut dapat menyajikan minuman untuk
tamu, dsb.
·
Intelligence
Intelligence adalah kemampuan untuk menangkap dan
mempelajari fakta kemudian trampil pula mengolahnya. Karena berupa skills otak,
maka intelligence ini bisa diasah atau dilatih. Bila diasah untuk keterampilan
mengolah peluang usaha misalnya, maka pemilik intelligence akan memiliki businnes acumen yaitu kemampuan untuk
secara cepat memahami situasi, kemudian secara cepat pula mengambil keputusan
bisnisnya.
·
Intuisi
Seorang enterpreneur yang berbakat dan terampil akan mengambil keputusan secara intuisinya.
Intuisi adalah kepercayaan tentang sesuatu berdasarkan instink, tanpa harus
membuktikan bahwa sesuatu itu ada atau tidak.
·
Ilham
·
Setiap
manusia telah diberi ilham untuk mampu membedakan sesuatu buruk atau baik, “fa
alhamaha fujuraha wa takwaha,” (QS Al-Syam [91]:8). Namun bila hati tidak
dilatih untuk menggunakan ilham tersebut, maka hati akan mati. Tidak mampu lagi
membedakan yang baik atau yang buruk.
·
Inisiasi
Inilah yang paling berat, setelah kita menemukan
peluang, mengolahnya dengan cerdas, intuisi pun menilai baik atau buruk, dan
ketika baik peluang tersebut tetapi tidak akan menjadi apa-apa sebelum
pekerjaan mengolah peluang tersebut benar-benar diinisiasi atau dimulai. Maka
inisiasi adalah cara untuk kita melawan ketakutan gagal dalam
mengimplementasikan rencana, dalam membangun usaha, dst.
·
Istiqamah
Ketika kita sudah memulai usaha kita, maka akan
muncul masalah-masalah yang merupakan risiko dari suatu usaha. Yang sangat
diperlukan adalah sikap istiqamah dalam implementasi usaha, yaitu kemampuan
kita untuk secara tekun dan terus menerus mengatasi masalah-masalah yang muncul
dari rencana yang diimplementasikan dan tidak lari dari masalah, “maka sesungguhnya bersamaan dengan
kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,”(QS
Alam Nasyrah [94]:5-6.
· Insyallah
Bahwa semua usaha yang kita lakukan adalah sesuatu
yang di akhiri dengan kehendak Allah, maka tidak perlu sombong dengan segala
usaha yang telah diupayakan. I ketujuh ini adalah menyelaraskan usaha kita
dengan kehendak Allah. Karena semua yang Dia kehendaki pasti terjadi, maka bila
kita bisa menangkap kehendak-Nya di alam ini, itulah peluang sukses terbesar
kita.
10. Mendekatkan Diri Kepada Allah Dengan Wirausaha
Bahwa
dengan kita dapat membuka lapangan kerja untuk orang lain atau dapat membantu
orang miskin dalam memenuhi nafkahnya untuk keluarganya. Bayangkan saja kita
mempunyai usaha kecil dengan 10 orang karyawan, masing-masing karyawan ini
memiliki pasangan (suami/istri) dan mempunyai masing-masing punya 3 orang anak,
maka sudah 50 orang yang terbantu untuk makan dan pemenuhan kebutuhan lainnya
sepanjang tahun. Maka menjadi wirausaha pun insyallah bisa menjadi wasilah atau
jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya sebagaimana diperintahkan dalam QS Al-Maidah
[5]:35. Untuk itu kita harus mengajak sebanyak-banyaknya saudara seiman untuk
rame-rame berjuang membebaskan umat ini dari kemiskinan, ketertindasan, dan
keterpurukan ekonomi.
·
Bagian
Dua, Melawan Bobroknya Kapitalisme
1.
Seandainya Aku
Menjadi
Bertempat di New York, sekitar 140-an
pemimpin dunia berkumpul untuk suatu acara oleh Sekretaris Jendral PBB Ban
Ki-Moon digambarkan sebagai “There is no
global project more worthwhile...”. Mereka membicarakan tentang Millennium Development Goals (MDGs) atau
Sasaran Pembangunan Millenium.
Berikut lima bullet points dari hal-hal
praktis yang bisa dilakukan dan Insyallah akan mendatangkan kemakmuran merata
dalam waktu singkat, jika Saya menjadi Sekjen PBB akan saya ajak 140 pemimpin
dunia untuk melakukan secara serentak di negara masing-masing:
a.
Tinggalkan
riba
b.
Buka
akses terhadap sumber daya–sumber daya (insani, air, energi) yang harus bisa
diakses secara adil oleh seluruh penduduk dunia.
c.
Buka
akses terhadap pasar.
d.
Berlakukan
timbangan atau hakim yang adil untuk muamalah maupun standar nilai, yaitu
emas/Dinar, perak/Dirham.
e.
Jalankan
sistem pengumpulan zakat dan pendistribusian yang efektif.
2.
Menciptakan
Lapangan Kerja Tanggung Jawab Siapa?
Jadi siapa yang mengemban KPI (Key Performance Indicator) penciptaan
lapangan kerja? Para pemimpin dan pemegang amanat negeri tentu harus memiliki
KPI ini, tetapi demikian dengan kita semua. Membangun lapangan kerja bentuk
dari memberi makan di era zaman
sekarang, karena orang yang memiliki pekerjaan akan mampu menafkahi keluarganya,
menjaga kehormatannya, dan sebagainya. Jadi bila ada 9,4 juta angkatan kerja di
negeri ini yang masih menganggur, maka kita memiliki kewajiban untuk
membantunya.
·
Bagian
Tiga, Bisnis Warisan Para Nabi
1.
Solusi Qur’ani
Untuk Dunia Usaha
Bahwasanya Al-Qur’an sebagai petunjuk,
pasti kita sudah sering membacanya. Ketika kita mem-visi-kan industri
perkambingan untuk solusi kebutuhan minuman sehat dan bersih misalnya, sumber
rujukan kita adalah Surah Al-Nahl ayat 66. Ketika kita mencari solusi bahan pangan
yang murah untuk swasembada pangan jangka panjang, kita menemukan jamur sebagai
salah satu solusinya berdasarkan Surah Al-Dzaariyaat ayat 22. Dan masih banyak
peluang usaha lainnya, subhanallah, betapa kayanya Al-Qur’an ini bila digali
sebagai sumber ide. Sehingga kita harus membangun Gerakan Pengamal Al-Qur’an; Berpikir dan Bertindak Berdasarkan
Al-Qur’an.
2.
Dan Nabi Pun
Mendirikan Pasar
Salah satu yang diajarkan oleh Nabi
Muhammad Saw, setelah hijrah ke Madinah yang kemudian membuat perubahan besar
dalam penguasaan ekonomi adalah konsep bahwa bekerja adalah Ibadah. Melalui
konsep inilah kaum Muhajirin yang berhijrah dengan Rasulullah Saw. Tanpa
membawa harta pun segera menjadi asset
bagi umat dan bukannya liability.
Mereka dapat mengoptimalkan kemampuannya baik dalam kegiatan produksi maupun
kegiatan perdagangan. Disuatu tempat yang berjarak dari Masjid Nabi, Rasulullah
mendirikan pasar dengan sabdanya “Ini
pasarmu, tidak boleh dipersempit dan tidak boleh ada pajak didalamnya.” (HR
Ibnu Majah).
Maka selain perjuangan-perjuangan
lainnya seperti melawan riba, ketidakadilan ekonomi dan sejeenisnya, kini
saatnya para pejuang ekonomi Islam juga harus mulai memperjuangkan pasar bagi
kaum muslimin ini.