Minggu, 01 Juni 2014


Riview Buku
Kambing Putih Bukan Kambing Hitam
Karangan
Muhammad Iqbal
Drh. Brian Koesoema Adhie
By Putri Humairah

·         Bagian satu, Spirit Enterpreneur
1.      Antara Visi, Mimpi, dan Doa
Visi jauh lebih penting dari pada sumber daya dan kondisi yang melingkari manusia itu sendiri. Sumber daya yang melimpah tidak akan mendatangkan manfaat, bila tidak didukung oleh visi yang jelas, dan sebaliknya. Visi yang jelas bisa dijabarkan menjadi mission, goals, strategies, dan action plans sampai sedetail-detailnya. Sedangkan mimpi tidak perlu penjabaran. Kita dapat ambil contoh teladan dari Nabi Ibrahim as.,  visinya dituangkan didalam ayat Al-Qur’an yaitu: “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: ‘Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian...,’” (Qs Al-Baqarah [2]: 126). Dan didalam ayat (Qs Ibrahim [14]:137). Kini ribuan tahun kemudian, visi itu benar-benar terwujud.
2.      Agar Harimau Tidak Menerkam Dari Belakang
Harimau adalah hewan yang membahayakan orang dan suka memakan daging, sehingga dalam ekonomi syariah ada istilah la dharara wa la dhirara yang artinya tidak membahayakan diri sendiri dan tidak pula orang lain. Dalam ekonomi kapitalis mereka berprinsip pada survival of the fittest, sebuah prinsip bahwa tidak mengapa orang lain dalam bahaya asal diri sendiri selamat. Maka kita selaku kaum muslim harus dapat melihat ancaman kapitalisme global sebagai ancaman bersama. Kita harus dapat menyatukan punggung-punggung kita sehingga wajah-wajah kita dapat melihat ke seluruh penjuru. Darimanapun datangnya ancaman itu, kita harus dapat melihatnya sebelum ancaman itu benar-benar menerkam kita. Karena kita dapat melihat ke segala penjuru, maka kita akan selalu dalam kondisi siaga dan selalu dapat bertindak antisipasi.
3.      Gajian Setiap Se-Per Sekian Detik, Mau ...?
Jawaban ini saya peroleh dari dua sumber yaitu sumber bersifat ilahiyah dan bersifat ilmiah. Sumber bersifat ilahiyah, banyak sekali diterangkan dalam Al-Qur’an dan Hadist seperti infaq, waqaf, dll. Investasi ini akan menghasilkan 100% atau 200% bahkan bisa 700 kali, dan bahkan mendapat tabungan untuk akhirat nanti. Bayangkan kalau Anda pemilik merk McDonald, gaji Anda akan mengalir terus ke kantong Anda setiap kali orang di belahan dunia maupun menikmati burger dari jaringan restaurant yang menggunakan merk Anda.
4.       Beranikah Anda Membakar Kapal Anda?
Kapal Anda itu adalah sebuah kesuksesan Anda sekarang yang masih dibawah tekanan kerja dan bathin. Dari pengalaman saya berinteraksi dengan sekian peserta Pasantren Wirausaha dan ikut pelatihan CIED (Center for Islamic Enterperneurship Development), penghalang terbesar dari setiap peserta yang ingin menjadi enterperneur adalah keberaniannya untuk benar-benar terjun ke usaha serta benar-benar meninggalkan pekerjaan sebelumnya. Jadi bagi Anda yang ingin pindah quadrant dari pegawai ke pengusaha, bila Anda berani membakar kapal Anda, Insyallah Anda bisa berhasil jadi pengusaha sukses...!


5.      Ada Gajah Di Ruang Tamu Kita?
Gajah itu adalah keadaan terjebaknya seseorang dalam kondisi yang tidak menyenangkan, akibat kitanya tidak bisa/tidak mau untuk mengubahnya, sehingga membuat keadaan tersebut menjadi keseharian kita selama hidup. Contohnya, pekerjaan yang tidak kita sukai, tetapi masih saja kita jalani hingga akhir pensiun.
6.      Pelajaran Dari Kendit Dan Sa’inya Siti Hajar
Kendit itu merupakan kain panjang yang dipakai seluruh tubuh wanita jawa pasca melahirkan untuk melangsingkan tubunya walaupun banyak anak. Sa’i Siti Hajar istrinya nabi Ibrahim yang tinggal berdua dengan nabi Ismail anaknya, membuat Siti Hajar memakai kain panjang untuk menghindar dari istri pertama nabi Ibrahim  yaitu Siti Sarah, sehingga jejak kaki Siti Hajar dapat terhapus dipadang pasir dan akhirnya Siti Hajar Sai di Mekkah sebanyak 7x, menghasilkan air zamzam yang bisa dirasakan hingga sekarang oleh umat manusia ketika melaksanakan haji atau umroh. Pelajaran dari cerita diatas yaitu diperlukan kehati-hatian dan usaha yang maksimal perlu kita lakukan dengan serius dan sungguh-sungguh, dan selalu berprasangka baik pada Allah SWT., yang tidak pernah mengabaikan usaha-usaha kita. Selain itu pelajaran yang dapat kita ambil yaitu bagi kita yang ingin menjadi entrepreneur, seberapa tahan banting kita dalam mengupayakan  apa yang kita cita-citakan?? Apakah akan menyerah ketika, ketika sekali-dua kali gagal, sampai seterusnya sampai berhasil.
7.      Agar Anak Panah Srikandi Sampai Sasaran
Kisah pasangan serasi Srikandi-Arjuna, diangkat dari pewayangan Jawa. Meskipun Srikandi sangat disegani di medan pertempuran karena takdirnya dialah yang bisa membunuh panglima perang Kurawa, Resi Bisma, di dalam rumah tangganya, sang suami Arjuna, tetap melihat Srikandi sebagai istri yang terus menerima memerlukan dukungannya. Arjuna mengetahui betul kelemahan istri keduanya itu. Dizaman ini pun bagi kita kaum wanita karier, Anda bisa mencapai karier puncak di berbagai bidang yang Anda tekuni. Akan tetapi, kaum wanita harus tetap hormat kepada suami, mintalah terus bimbingan dan dukungannya, taatilah dia dan jangan dikhianati.Dan kaum laki-laki diberi kelebihan untuk mampu membimbing, membina, dan memberikan dukungan dalam segala hal yang dibutuhkan istrinya. Bila Peran tersebut dapat dihayati pasangan suami istri, maka insyallah apapun sasaran Anda, anak panah Anda akan dapat menjangkaunya.
8.      Kita Butuh Tuas Pengungkit
Kaitkan dengan contoh berikut, Anda bekerja dalam suatu perusahaan yang kerjanya membangun projek. Untuk pendanaan projek, perusahaan Anda menggunakan uang bank konvensional yang menghasilkan bunga yaitu riba. Kemudian untuk memenangkan projek tersebut Anda mulai suap-menyuap sana-sini untuk mengatur siapa yang menang tender. Itu semua adalah hal yang dibenci dalam agama Islam, maka untuk itu kita perlu menemukan “tuas” Anda, yaitu antara lain.
·            Keahlian yang unique, sehingga dapat menemukan niche market sendiri.
·            Jaringan persahabatan dengan orang-orang berprestasi dan visioner.
·            Memiliki karyawan-karyawan yang jujur dan tulus ikut membangun usaha Anda, bukan menggerogoti dari dalam.
·            Pasangan hidup (suami/istri) yang secara proaktif menjadi mitra diskusi Anda yang produktif bukannya membuat Anda stress.
·            Mitra kerja/usaha yang bisa mengisi kekurangan Anda.
·            Momentum perubahan lingkungan yang bisa Anda manfaatkan.

Namum, harus diingat bahwa tuas tersebut akan membuat Anda sukses/bermanfaat apabila Anda harus berpijak di tempat yang benar.
9.      7 “I” Untuk Para (Calon) Enterpreneur
Kiat sukses akan disajikan dalam 7”I” sebagai berikut:
·         Informasi
Beberap dekade yang lalu ada seorang pengusaha di Indonesia yang menangkap informasi bahwa masyarakat perlu cara minum yang mudah. Mulailah dia membotolkan air, kemudian berkembang menjadi air dalam kemasan gelas plastik, galon, dan seterusnya. Tanpa kita sadari hasil informasi tersebut yang diolah oleh pengusaha tersebut dapat menyajikan minuman untuk tamu, dsb.
·         Intelligence
Intelligence adalah kemampuan untuk menangkap dan mempelajari fakta kemudian trampil pula mengolahnya. Karena berupa skills otak, maka intelligence ini bisa diasah atau dilatih. Bila diasah untuk keterampilan mengolah peluang usaha misalnya, maka pemilik intelligence akan memiliki businnes acumen yaitu kemampuan untuk secara cepat memahami situasi, kemudian secara cepat pula mengambil keputusan bisnisnya.
·         Intuisi
Seorang enterpreneur yang berbakat dan terampil  akan mengambil keputusan secara intuisinya. Intuisi adalah kepercayaan tentang sesuatu berdasarkan instink, tanpa harus membuktikan bahwa sesuatu itu ada atau tidak. 
·         Ilham
·         Setiap manusia telah diberi ilham untuk mampu membedakan sesuatu buruk atau baik, “fa alhamaha fujuraha wa takwaha,” (QS Al-Syam [91]:8). Namun bila hati tidak dilatih untuk menggunakan ilham tersebut, maka hati akan mati. Tidak mampu lagi membedakan yang baik atau yang buruk.
·         Inisiasi
Inilah yang paling berat, setelah kita menemukan peluang, mengolahnya dengan cerdas, intuisi pun menilai baik atau buruk, dan ketika baik peluang tersebut tetapi tidak akan menjadi apa-apa sebelum pekerjaan mengolah peluang tersebut benar-benar diinisiasi atau dimulai. Maka inisiasi adalah cara untuk kita melawan ketakutan gagal dalam mengimplementasikan rencana, dalam membangun usaha, dst.
·         Istiqamah
Ketika kita sudah memulai usaha kita, maka akan muncul masalah-masalah yang merupakan risiko dari suatu usaha. Yang sangat diperlukan adalah sikap istiqamah dalam implementasi usaha, yaitu kemampuan kita untuk secara tekun dan terus menerus mengatasi masalah-masalah yang muncul dari rencana yang diimplementasikan dan tidak lari dari masalah, “maka sesungguhnya bersamaan dengan kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,”(QS Alam Nasyrah [94]:5-6.
·      Insyallah
Bahwa semua usaha yang kita lakukan adalah sesuatu yang di akhiri dengan kehendak Allah, maka tidak perlu sombong dengan segala usaha yang telah diupayakan. I ketujuh ini adalah menyelaraskan usaha kita dengan kehendak Allah. Karena semua yang Dia kehendaki pasti terjadi, maka bila kita bisa menangkap kehendak-Nya di alam ini, itulah peluang sukses terbesar kita.


10.  Mendekatkan Diri Kepada Allah Dengan Wirausaha
Bahwa dengan kita dapat membuka lapangan kerja untuk orang lain atau dapat membantu orang miskin dalam memenuhi nafkahnya untuk keluarganya. Bayangkan saja kita mempunyai usaha kecil dengan 10 orang karyawan, masing-masing karyawan ini memiliki pasangan (suami/istri) dan mempunyai masing-masing punya 3 orang anak, maka sudah 50 orang yang terbantu untuk makan dan pemenuhan kebutuhan lainnya sepanjang tahun. Maka menjadi wirausaha pun insyallah bisa menjadi wasilah atau jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya sebagaimana diperintahkan dalam QS Al-Maidah [5]:35. Untuk itu kita harus mengajak sebanyak-banyaknya saudara seiman untuk rame-rame berjuang membebaskan umat ini dari kemiskinan, ketertindasan, dan keterpurukan ekonomi.


·         Bagian Dua, Melawan Bobroknya Kapitalisme

1.      Seandainya Aku Menjadi
Bertempat di New York, sekitar 140-an pemimpin dunia berkumpul untuk suatu acara oleh Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-Moon digambarkan sebagai “There is no global project more worthwhile...”. Mereka membicarakan tentang Millennium Development Goals (MDGs) atau Sasaran Pembangunan Millenium.
Berikut lima bullet points dari hal-hal praktis yang bisa dilakukan dan Insyallah akan mendatangkan kemakmuran merata dalam waktu singkat, jika Saya menjadi Sekjen PBB akan saya ajak 140 pemimpin dunia untuk melakukan secara serentak di negara masing-masing:
a.       Tinggalkan riba
b.      Buka akses terhadap sumber daya–sumber daya (insani, air, energi) yang harus bisa diakses secara adil oleh seluruh penduduk dunia.
c.       Buka akses terhadap pasar.
d.      Berlakukan timbangan atau hakim yang adil untuk muamalah maupun standar nilai, yaitu emas/Dinar, perak/Dirham.
e.       Jalankan sistem pengumpulan zakat dan pendistribusian yang efektif.

2.      Menciptakan Lapangan Kerja Tanggung Jawab Siapa?
Jadi siapa yang mengemban KPI (Key Performance Indicator) penciptaan lapangan kerja? Para pemimpin dan pemegang amanat negeri tentu harus memiliki KPI ini, tetapi demikian dengan kita semua. Membangun lapangan kerja bentuk dari memberi  makan di era zaman sekarang, karena orang yang memiliki pekerjaan akan mampu menafkahi keluarganya, menjaga kehormatannya, dan sebagainya. Jadi bila ada 9,4 juta angkatan kerja di negeri ini yang masih menganggur, maka kita memiliki kewajiban untuk membantunya.



·         Bagian Tiga, Bisnis Warisan Para Nabi
1.      Solusi Qur’ani Untuk Dunia Usaha
Bahwasanya Al-Qur’an sebagai petunjuk, pasti kita sudah sering membacanya. Ketika kita mem-visi-kan industri perkambingan untuk solusi kebutuhan minuman sehat dan bersih misalnya, sumber rujukan kita adalah Surah Al-Nahl ayat 66. Ketika kita mencari solusi bahan pangan yang murah untuk swasembada pangan jangka panjang, kita menemukan jamur sebagai salah satu solusinya berdasarkan Surah Al-Dzaariyaat ayat 22. Dan masih banyak peluang usaha lainnya, subhanallah, betapa kayanya Al-Qur’an ini bila digali sebagai sumber ide. Sehingga kita harus membangun Gerakan Pengamal Al-Qur’an; Berpikir dan Bertindak Berdasarkan Al-Qur’an.

2.      Dan Nabi Pun Mendirikan Pasar
Salah satu yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw, setelah hijrah ke Madinah yang kemudian membuat perubahan besar dalam penguasaan ekonomi adalah konsep bahwa bekerja adalah Ibadah. Melalui konsep inilah kaum Muhajirin yang berhijrah dengan Rasulullah Saw. Tanpa membawa harta pun segera menjadi asset bagi umat dan bukannya liability. Mereka dapat mengoptimalkan kemampuannya baik dalam kegiatan produksi maupun kegiatan perdagangan. Disuatu tempat yang berjarak dari Masjid Nabi, Rasulullah mendirikan pasar dengan sabdanya “Ini pasarmu, tidak boleh dipersempit dan tidak boleh ada pajak didalamnya.” (HR Ibnu Majah).
Maka selain perjuangan-perjuangan lainnya seperti melawan riba, ketidakadilan ekonomi dan sejeenisnya, kini saatnya para pejuang ekonomi Islam juga harus mulai memperjuangkan pasar bagi kaum muslimin ini.