Mengapa Aceh Miskin? Pertanyaan itu amat sering diutarakan oleh berbagai kalangan masyarakat aceh sendiri bahkan negara tetangga. Ini bukan saja membawa nama daerah Aceh tetapi Indonesia sebagai negara kesatuan kita yang masih mengalami kemiskinan. Tetapi alangkah baiknya untuk kita dapat tau terlebih dahulu penyebab kemiskinan di Aceh, agar kita selaku masyarakat aceh sendiri dapat mencari solusi untuk permasalahan yang sensitif ini. Dengan demikian, kita dapat juga membangun Indonesia untuk dapat menghasilkan jumlah pendapatan per kapita yang besar. Berdasrkan berbagai informasi mulai dari sejarah bahkan realita yang ada menyatakan bahwa daerah Aceh pernah mengalami kejayaan yang luar biasa pada saat Kerajaan Sultan Iskandar Muda, yang dapat menaklukan banyak kerajaan hingga memperluas daerah kekuasaannya. Selain itu melakukan perdagangan internasional hingga Aceh sangat terkenal dengan perdagangan internasional melalui perairan, hal ini dibuktikan oleh penemuan uang dinnar disalah satu sungai di Banda Aceh yang dahulunya merupakan pusat pemerintahan Sultan Iskandar Muda, lalu bisa juga dilihat dibidang pendidikan sangat diutamakan pada saat itu berbagai bidang ilmu. Tidak heran dulu banyak pelajar yang menuntut ilmu di Aceh, pelajar tersebut datang dari negri tetangga.
Namun apa yang kita rasakan dibeberapa tahun belakang ini, tingkat kemiskinan melanda Aceh. Faktor- faktor yang mempengaruhi kemiskinan aceh baik faktor internal maupun external yaitu konflik yang berkepanjangan antara gerakan aceh merdeka dengan pemerintah RI serta bencana gempa bumi dan tsunami. Sehingga masyarakat aceh mengalami keterpurukan yang mendalam selama waktu tertentu, tetapi perlu diketahui tingkat kemiskinan aceh sangat tinggi sebesar 28,4% sebelum tsunami, lalu pasca tsunami semakin naik sebesar 32.6%, setelah itu pada tahun 2006 turun sebesar 26,2% karena ada tahap rekrontuksi pasca tsunami. Bencana tersebut banyak merenggut jiwa bahkan harta benda masyarakat aceh, selanjutnya kondisi konflik yang melanda Aceh selama 30 tahun membuat masyarakat aceh tidak memiliki rasa percaya terhadap orang lain, bersifat individual tidak ada lagi sikap gotong royong sehingga membuat sulit untuk melakukan perubahan yang lebih baik baik sosial, ekonomi, budaya, politik. Selain itu tingkat pendidikan sangat menjadi faktor utama untuk mencerdaskan generasi penerus yang cerdas dan ahli pada bidangnya sehingga dapat membuat perekonomian daerah aceh dapat meningkat dan stabil, tetapi masih juga ditemukan didaerah terpencil bagian tengah, barat, timur aceh yang masih terkendala dengan pendidikan.Masalah kesehatan juga perlu mendapat perhatian dari orang aceh sendiri dan pemerintah, masih ditemukan kasus gizi buruk sehingga bayi aceh mengalami kematian yang persentasenya cukup besar di tahun 2013 yang lalu.
Faktor lainnya dari kemiskinan rakyat aceh adalah kurang kesadaran diri untuk hidup mandiri, contoh kasusnya setelah tamat SMA atau Perguruan Tinggi masyarakat memilih mendaftarkan diri ke calon PNS sehingga lapangan pekerjaan terbatas lalu terjadi lagi penganguran selama beberpa waktu. Belum lagi yang tidak tamat sekolah atau tidak mau pergi sekolah maka hidupnya diharapkan dari bertani, berkerja diperusahaan swasta menjadi cleaning servis. Lalu dengan keadaan yang menghasilkan pendapataan yang minimum untuk memenuhi kebutuhannya, membuat seseorang dapat mengambil tindakan yang tidak benar (negatif) seperti korupsi, kriminalitas, banyaknya pengemis, dll. Maka diperlukan pemuda dan pemudi yang mampu merubah keadaan kemiskinan di Aceh dengan salah satunya membuka lapangan kerja, membuka usaha yang menyerap tenaga kerja yang banyak, serta melakukan pelatihan terhadap tenaga kerja agar menjadi profesional dalam melaksanakan kewajibannya. Sehingga dapat diperkirakan beberapa tahun ke depan tidak adanya kemiskinan yang berkisar 26,2% lagi tetapi 0,1% saja, karena menciptakan produktivitas suatu usaha atau perusahaa. Akan tetapi, semua itu perlu bantuan pemerintah terutama pemerintah Aceh untuk membantu pemuda dan pemudi ini untuk berkarya dengan dukungan material dan nonmaterial.
Demikian kutipan pendapat saya mengenai “Mengapa Aceh Miskin”, semoga bermanfaat.
Selasa, 11 Februari 2014
Mengapa Aceh Masih Mengalami Kemiskinan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar